News JKT · ruang redaksi

Menu

Berita yang menjelaskan Jakarta.

News JKT · laporan untuk publik

Samarinda Tingkatkan Hunian Layak dan Akses Pendidikan

Pemerintah Kota Samarinda fokus pada penyediaan rumah layak dan pemerataan akses pendidikan, meraih apresiasi Kemendagri atas program inovatifnya.

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan hunian layak dan memperluas akses pendidikan bagi warganya. Berbagai program inovatif telah diluncurkan, mulai dari respons cepat terhadap kasus darurat hingga penataan permukiman berkelanjutan, serta pengembangan sekolah unggulan dan pemerataan akses pendidikan.

Intervensi Cepat dan Penataan Permukiman

Komitmen Pemerintah Kota Samarinda terhadap hunian layak terlihat dari penanganan kasus Nurlina (45), seorang ibu penjual di Pasar Segiri yang tinggal di gubuk tak layak huni bersama dua anaknya di bantaran Sungai Karang Mumus. Pada April 2026, melalui Kecamatan Sungai Pinang, pemerintah mengevakuasi Nurlina dan memindahkannya ke rumah sewa yang lebih layak, dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah. Gubuk tersebut, yang tidak memiliki listrik dan rentan banjir, menjadi contoh kebutuhan respons cepat dalam kondisi mendesak.

Di luar penanganan darurat, Wali Kota Samarinda Andi Harun memperkenalkan program Rekonsiliasi Permukiman dan Tanah. Program ini diterapkan untuk menata kawasan kumuh dan bekas lokasi kebakaran, seperti di Kelurahan Sidodadi. Pendekatan ini melibatkan partisipasi warga, di mana pemilik lahan lebih luas bersedia berbagi dengan warga berlahan lebih kecil untuk membangun hunian sederhana tipe 36. Tujuannya adalah memastikan warga tetap memiliki tempat tinggal layak sambil menata kawasan agar lebih aman dan tahan bencana, sebuah pendekatan krusial mengingat kompleksitas lingkungan dan tata ruang Samarinda.

Landasan hukum untuk perbaikan hunian juga telah diperkuat dengan penetapan Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni pada 23 Januari 2025. Regulasi ini menjadi instrumen penting dalam upaya pemerintah. Jumianah (48), seorang pengemudi ojek daring di Kelurahan Gunung Lingai, merasakan langsung manfaatnya. “Saya mendapat bantuan bahan bangunan dan ongkos tukang,” ujarnya, menambahkan bahwa program ini membantu banyak keluarga tinggal lebih layak, aman, dan nyaman.

Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan

Selain hunian, Andi Harun juga memprioritaskan pengembangan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu inisiatif utamanya adalah pembangunan Sekolah Terpadu Samarinda, sebuah sekolah unggulan dan gratis yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah ini didukung fasilitas memadai, penguatan pembelajaran bahasa Inggris, science, technology, engineering, and mathematics (STEM), serta pendidikan karakter. Sekolah Terpadu ini diharapkan menjadi model untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.

Pemerataan akses pendidikan juga diperkuat melalui tata kelola penerimaan murid baru yang lebih baik, dengan pengawasan ketat pada jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Kebijakan rayonisasi diterapkan untuk memastikan masyarakat di setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan, sekaligus mengurangi kesenjangan antar kawasan.

Apresiasi Nasional dan Dukungan Tambahan

Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menyediakan rumah layak dan memperluas akses pendidikan mendapat pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan Batch II, Samarinda meraih juara II untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dan Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.

Penghargaan ini membawa dampak konkret. Pemerintah Kota Samarinda menerima alokasi 250 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, yang dengan asumsi bantuan perbaikan Rp 20 juta per unit, setara dengan Rp 5 miliar. Selain itu, ada insentif fiskal senilai Rp 1,5 miliar dari kategori Akses ke Layanan Pendidikan.

Wali Kota Andi Harun menyatakan bahwa dukungan tambahan ini akan digunakan untuk memperluas jangkauan program perbaikan rumah warga. “Kami kembalikan insentif fiskal dan kuota renovasi rumah kepada masyarakat,” kata Andi Harun setelah menerima penghargaan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis, 3 September 2026. Ia menambahkan, “Alhamdulillah. Lumayan, sebanyak 250 unit rumah di Samarinda akan dibedah,” meskipun mengakui kebutuhan hunian layak di kota tersebut masih sangat besar.

Konten artikel belum tersedia.