News JKT · ruang redaksi

Menu

Berita yang menjelaskan Jakarta.

News JKT · laporan untuk publik

Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 977 Hektare Terdampak dan Petugas Hadapi Kendala Berat

Kebakaran hutan di Gunung Rinjani, NTB, meluas hingga 977 hektare. Tim pemadam hadapi kendala angin kencang dan medan sulit.

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus meluas. Api yang semula terdeteksi di Bukit Setampol kini telah merambat hingga Puncak Sangkareang, menyebabkan area terdampak diperkirakan mencapai 977,74 hektare.

Penyebaran Api dan Luas Area Terdampak

Karhutla pertama kali teridentifikasi di Bukit Setampol pada Selasa (22/9). Sejak saat itu, kobaran api menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Puncak Sangkareang serta area TNGR Resort Torean dan Senaru. Menurut data sementara dari Balai TNGR, estimasi luas lahan yang terbakar hingga Sabtu (26/9/2026) malam mencapai 977,74 hektare.

Astekita Ardiaristo, Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan perkiraan awal. “Angka tersebut masih merupakan estimasi sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan dokumentasi udara menggunakan drone serta verifikasi batas areal terdampak setelah kondisi di lapangan memungkinkan,” ujarnya.

Tantangan dalam Upaya Pemadaman

Sebanyak 80 personel dari tim gabungan telah dikerahkan untuk memadamkan api. Mereka ditempatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari Bukit Setampol di jalur pendakian Torean, Pos 3, Pelawangan Senaru, hingga Puncak Sangkareang.

Namun, upaya pemadaman menghadapi berbagai hambatan signifikan. Angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Selain itu, vegetasi di area tersebut, yang didominasi oleh savana pegunungan, semak belukar, rumput, dan material organik lainnya, berada dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Astekita menambahkan, “Lokasi kebakaran berada pada medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau, sehingga mobilisasi personel, peralatan, dan logistik membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar.” Kondisi medan yang ekstrem ini menjadi kendala serius bagi tim pemadam di lapangan.

Konten artikel belum tersedia.