News JKT · ruang redaksi

Menu

Berita yang menjelaskan Jakarta.

News JKT · laporan untuk publik

Klungkung Perkuat Layanan Kesehatan dan Tekan Stunting di Wilayah Kepulauan

Klungkung perkuat layanan kesehatan di kepulauan dan berhasil turunkan angka stunting dari 19,4% menjadi 4,8%. Inovasi seperti KRIS Klungkung dan DORKESMAS dite

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi warganya, khususnya di wilayah kepulauan seperti Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Langkah ini juga diiringi dengan keberhasilan signifikan dalam menekan angka stunting.

Penurunan Stunting yang Signifikan

Data menunjukkan prevalensi stunting di Klungkung mengalami penurunan drastis, dari 19,4 persen pada tahun 2021 menjadi 4,8 persen pada tahun 2024. Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak dini. Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan pentingnya program penanganan stunting untuk menyiapkan generasi penerus. Pernyataan ini disampaikan dalam acara di Bali Nusa Dua Convention Center pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Stunting dipahami bukan hanya akibat kekurangan gizi, melainkan kondisi multifaktorial yang melibatkan status kesehatan ibu dan anak, pola asuh, praktik pemberian makan, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, kondisi sosial ekonomi, ketahanan pangan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Oleh karena itu, intervensi pencegahan dan penanganannya berpusat pada keluarga, dengan mempertimbangkan kondisi individu, keluarga, lingkungan, dan komunitas secara menyeluruh.

Inovasi Puskesmas dalam Penanganan Stunting

Berbagai inovasi telah dikembangkan di tingkat puskesmas untuk mengatasi stunting:

  • INSTINGKU (Intervensi Stunting dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga): Dikembangkan oleh Puskesmas Banjarangkan I, inovasi ini mengintegrasikan deteksi dini, asesmen medis dan gizi, asesmen keluarga, serta identifikasi faktor risiko.
  • CES PLONG: Diterapkan oleh Puskesmas Klungkung I, program ini meliputi edukasi kesehatan dan gizi, aktivitas fisik, penanganan keluhan seperti diare dan cacingan, penatalaksanaan gizi, serta pendampingan kader posyandu. Dokter spesialis anak turut terlibat dalam penanganan klinis, sementara komunikasi antara kader dan petugas kesehatan difasilitasi melalui aplikasi WhatsApp.

Menjembatani Tantangan Geografis

Wilayah kepulauan Klungkung yang terpisah dari daratan Bali menimbulkan tantangan geografis, terutama dalam rujukan pasien ke rumah sakit. Untuk mengatasi persoalan biaya rujukan yang tinggi, keterlambatan penjemputan, dan miskomunikasi, pemerintah mengembangkan KRIS Klungkung (Kring Sehat Klungkung). Inovasi ini berupa aplikasi berbasis situs web dan telepon seluler yang mempercepat koordinasi kegawatdaruratan dan proses penjemputan pasien.

Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas dan Peningkatan Fasilitas

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan DORKESMAS (Datangi, Obati, Rawat Kesehatan Masyarakat), sebuah program yang menyasar kelompok berisiko tinggi yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, seperti lansia, penyandang gangguan jiwa, dan pasien diabetes.

Upaya lain mencakup memastikan puskesmas memiliki layanan unit gawat darurat 24 jam, memperkuat ketersediaan dokter dan tenaga medis, serta mendorong rumah sakit untuk memenuhi standar akreditasi dan memiliki dokter spesialis. Saat ini, sekitar 98 persen penduduk Klungkung telah terlindungi jaminan kesehatan yang biayanya ditanggung pemerintah.

Penghargaan dan Komitmen Masa Depan

Berkat berbagai inisiatif ini, Kabupaten Klungkung berhasil meraih penghargaan Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Penghargaan tersebut berupa trofi, sertifikat, dan insentif fiskal senilai Rp 1 miliar. Bupati Satria menyatakan bahwa dana insentif tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan layanan kesehatan, khususnya di tingkat desa.

Konten artikel belum tersedia.