Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Batch II 2026 Regional Jawa-Bali. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima langsung apresiasi tersebut di Bali Nusa Dua Convention Center pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, yang menjadi pengakuan atas kinerja kota dalam berbagai sektor.
Pengakuan atas Kolaborasi dan Pelayanan Publik
Surabaya dianugerahi Juara II untuk Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, serta Juara III masing-masing untuk Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, dan Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan kuat bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakatnya.
Menurut Eri, program-program yang menjadi dasar penilaian menunjukkan pendekatan pemerintah dalam membawa persoalan birokrasi hingga ke tingkat kampung, rukun tetangga, rumah tangga, dan komunitas. Kunci keberhasilan ini terletak pada kolaborasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai target pembangunan,” tegasnya.
Inovasi dalam Program Perumahan Layak
Salah satu inisiatif yang diakui adalah program “Dandan Omah”, yang bertujuan menyediakan hunian layak bagi warga. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari investor, perguruan tinggi, hingga masyarakat. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Surabaya bahkan menggandeng enam lembaga melalui skema corporate social responsibility (CSR) untuk mempercepat perbaikan ribuan rumah tidak layak huni, sekaligus mendukung penanganan stunting.
Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Dalam upaya pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Surabaya mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Gerakan ini juga melibatkan generasi muda, termasuk kelompok Gen Z, melalui edukasi tentang pemilahan botol bekas dan pengolahan limbah minyak yang memiliki nilai ekonomi. “Kami sering berdiskusi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Cak Eri. “Sebab, sampah ternyata bisa menghasilkan uang, bukan sesuatu yang terbuang begitu saja.”
Akses Kesehatan Universal untuk Warga
Di sektor kesehatan, program layanan kesehatan gratis telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Data menunjukkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Surabaya mencapai 94,6 persen pada triwulan I 2025. Cakupan jaminan kesehatan bagi keluarga miskin di Surabaya bahkan telah mencapai 100 persen. Melalui program Universal Health Coverage (UHC), warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan berobat gratis.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun meraih berbagai penghargaan, Wali Kota Eri Cahyadi mengakui adanya tantangan dalam implementasi program. Dalam pengelolaan sampah, misalnya, diperlukan perubahan kebiasaan masyarakat agar pemilahan dilakukan secara konsisten. Demikian pula dengan program hunian, perbaikan ribuan rumah memerlukan ketepatan sasaran, pengawasan kualitas bangunan, serta pemutakhiran data yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia berharap penghargaan ini tidak membuat pemerintah kota berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus berbenah.
Konten artikel belum tersedia.

