News JKT · ruang redaksi

Menu

Berita yang menjelaskan Jakarta.

News JKT · laporan untuk publik

DPRD Kota Bogor Upayakan Solusi Relokasi Pedagang Tanaman Hias Jalan Semeru

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Zenal Abidin memfasilitasi pertemuan untuk mencari solusi relokasi 15 pedagang tanaman hias Jalan Semeru yang terancam digusur akhir

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, menyatakan akan memfasilitasi pertemuan antara berbagai pihak terkait guna mencari jalan keluar atas rencana pengosongan lapak pedagang tanaman hias di Jalan Semeru. Lokasi yang dimaksud berada tepat di depan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Langkah ini diambil pada 13 Agustus 2026, menyusul kekhawatiran para pedagang.

Ancaman Pengosongan dan Kekhawatiran Pedagang

Para pedagang yang telah berjualan di area tersebut selama puluhan tahun, diperkirakan sekitar 20 tahun, kini menghadapi ancaman kehilangan mata pencarian. Mereka telah menerima permintaan untuk mengosongkan lapak paling lambat akhir Agustus 2026. Dalam situasi ini, para pedagang berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyediakan lokasi relokasi yang layak dan berkelanjutan bagi usaha mereka.

“Mereka telah menempati lokasi tersebut selama kurang lebih 20 tahun. Namun, pada akhir bulan ini mereka diminta untuk mengosongkan area itu. Oleh karena itu, kami akan mempertemukan seluruh pihak untuk mencari solusi terbaik,” jelas Zenal.

Syarat Relokasi dari Pedagang

Para pedagang menyatakan kesiapan mereka untuk direlokasi, asalkan lokasi pengganti tidak terlalu jauh dari tempat usaha mereka saat ini. Hal ini penting agar aktivitas perdagangan dapat terus berjalan tanpa hambatan signifikan. Zenal Abidin menekankan bahwa persoalan pedagang tanaman hias di Jalan Semeru ini harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah.

“Pada prinsipnya, mereka siap dipindahkan. Jika memang harus direlokasi, tentu harus disiapkan tempat yang sesuai dan tidak melanggar aturan. Itu yang saat ini sedang kami cari solusinya,” tambahnya.

Pedagang juga menunjukkan kesediaan untuk menempati lahan milik pemerintah maupun swasta. Mereka siap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk membayar retribusi jika lokasi relokasi yang disediakan nantinya berada di lahan yang mewajibkan pembayaran retribusi.

Keterlibatan Berbagai Pihak

Pertemuan yang akan difasilitasi oleh DPRD Kota Bogor ini direncanakan melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya adalah perwakilan dari Kelurahan dan Kecamatan setempat, pihak Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Komisi II DPRD Kota Bogor, serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM. Zenal Abidin menegaskan bahwa komunikasi yang efektif antarpihak adalah kunci untuk menentukan pola penataan kawasan sekaligus menjamin keberlangsungan usaha para pedagang.

“Kita akan duduk bersama dengan pihak kecamatan, kelurahan, RS Marzoeki Mahdi, Komisi II, hingga dinas terkait. Semua pihak harus terlibat agar solusi yang dihasilkan dapat diterima bersama,” ujarnya.

Dugaan Alasan dan Dampak Sosial Ekonomi

Zenal menduga bahwa rencana pengosongan lapak ini berkaitan dengan upaya penataan kawasan atau pengembangan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengembangan rumah sakit dengan keberlangsungan usaha masyarakat yang bergantung pada area tersebut.

Ada sekitar 15 pedagang yang terdampak langsung oleh rencana ini. Mengingat bahwa setiap keluarga pedagang mungkin terdiri dari beberapa anggota, Zenal menyoroti bahwa banyak masyarakat yang akan merasakan dampaknya. Ia berharap Pemerintah Kota Bogor dapat segera mengambil langkah konkret sebelum batas waktu pengosongan tiba, agar para pedagang tidak kehilangan mata pencarian mereka.

“Ada 15 pedagang yang harus dipikirkan. Jika satu keluarga terdiri atas lima orang, tentu ada banyak masyarakat yang terdampak. Jangan sampai mereka kehilangan mata pencarian karena belum adanya solusi yang jelas,” pungkasnya.

Konten artikel belum tersedia.